Pages

Saturday, October 8, 2011

Pendidikan Akhlak

Sebelum membahas tentang pendidikan akhlak, terlebih dahulu akan penulis kemukakan pendapat beberapa ahli tentang pengertian dari pendidikan dan akhlak secara satu per satu.

Pengertian Pendidikan

Menurut Musthofa al-Ghulayaini, dalam kitab Idhatun Nasyi’in,

اَلتَّرْبِيَةُ هِيَ غَرْسُ الْاَخْلَاقِ الْفَضِيْلَةِ فِى نُفُوْسِ النَّاشِئِيْنَ وَسَقْيُهَا بِمَاءِ الْإِرْشَادِ وَالنَّصِيْحَةِ حَتىَّ تُصْبِحَ مَلَكَةً مِنْ مَلَكَاتِ النَّفْسِ ثُمَّ تَكُوْنُ ثَمَرَاتُهَا الْفَضِيْلَةَ وَالْخَيْرَ وَحُبَّ الْعِلْمِ لِنَفْعِ الْوَطَنِ
Artinya:
Pendidikan adalah menanamkan perilaku yang utama di dalam kepribadian anak didik dan menyiraminya dengan butir-butir petunjuk dan bimbingan, sehingga melekat menjadi suatu kepribadian yang kemudian mampu membuahkan keutamaan dan kebaikan serta senang berbuat yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Sir Godfrey Thomson, dalam “A Modern Philosophy of Education
“By education I mean the influence of the environment upon the individual to produce a permanent change in his habits of behavior of thought, of attitude”
Artinya:
Pendidikan saya definisikan sebagai pengaruh lingkungan dalam individu untuk menciptakan perubahan dalam kebiasaan, perilaku, pikiran dan sikap.

Drs. Ahmad D Marimba, dalam buku pengantar filsafat pendidikan Islam, “Pendidikan adalah bimbingan atau pemimpin secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama”

Berdasarkan tiga definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah kegiatan orang dewasa untuk memberikan bimbingan kepada anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama, atau, dalam istilah agama Islam, terbentuknya anak yang shalih atau shalihah.


Pengertian Akhlak
Kata “akhlak” berasal dari bahasa Arab, yaitu bentuk jama’ dari kata “khuluk” yang artinya “tingkah laku, perangai, tabi’at, moral”. Adapun pengertian akhlak menurut istilah, dapat menulis kutipan dari pendapat beberapa ahli diantaranya:

Drs. HM. Rifa’i, dengan mengutip pendapat Imam Ghazali dalam kitab Ihya ’Ulumiddin, mengemukakan bahwa “akhlak adalah suatu bentuk (naluri asli) dalam jiwa seseorang manusia yang dapat melahirkan sesuatu tindakan dan kelakuan dengan mudah, spontan, dan tanpa reka pikiran”.

Drs. Zahruddin AR, dkk, dengan mengutip pendapat Dr. M. Abdulah Diraz dalam kitab Kalimatun fi Mabadi’il Akhlak, mengemukakan bahwa “akhlak adalah suatu kekuatan dalam kehendak yang mantap, kekuatan dan kehendak yang dapat berkombinasi membawa kecenderungan memilih pihak yang benar (akhlak yang baik) atau pihak yang jahat (akhlak yang buruk).”

Prof. Dr. Ahmad Amin, dalam bukunya “Etika”, menjelaskan bahwa “akhlak adalah kehendak yang dibiasakan, yaitu bahwa kehendak itu bila dibiasakan, kebiasaan itu dinamakan akhlak”.
Berdasarkan tiga definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan yang mudah karena tanpa memerlukan pertimbangan terlebih dahulu (respon spontan).

Pengertian Pendidikan Akhlak
Berdasarkan atas pendapat yang masing-masing telah disimpulkan, pengertian pendidikan dan pengertian akhlak, dapat diambil suatu pengertian tentang pendidikan akhlak, yaitu “usaha bimbingan yang dilakukan orang dewasa terhadap perilaku dan tindakan anak didik agar cenderung dan terbiasa melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan memiliki kepribadian yang utama yang dalam istilah agama Islam disebut akhlakul karimah. Hal ini sebagaimana misi yang di emban oleh nabi Muhammad saw. yang tercermin dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah r.a dan diriwayatkan oleh al-Hakim ini.
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْاَخْلَاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”. (H.R. al-Hakim, dari Abu Hurairah).

No comments:

Post a Comment