Pages

Wednesday, July 23, 2014

Keganasan dan Islam by Pierre Vogel Abu Hamza

Salah seorang wartawan bertanya kepada pendakwah terkemuka German iaitu Pierre Vogel atau nama Islam nya Abu Hamza tentang kaitan antara keganasan dan Islam, beliau dengan lantang dan berani menjawab :
Siapa yang mencetuskan Perang Dunia Pertama ? adakah orang islam?
Siapa yang mencetuskan Perang Dunia kedua? Adakah orang islam ?
Siapa pula yang telah membunuh 20 juta nyawa suku kaum Aborigine Australia?! Adakah orang Islam ?
Siapakah yang menghantar bom untuk menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki ? Adakah
orang Islam ?.
Siapa pula yang membunuh lebih 100 juta orang Indian Amerika Utara ? adakah orang Islam ?
Dan siapa yang membunuh 50 juta orang Indian di Selatan Amerika ? Adakah orang Islam ?
Siapa pula yang menjadikan seramai 180 juta orang-orang Afrika sebagai hamba dan 88% dari hamba-hamba itu mati di buang di lautan Atlantik !! adakah orang islam yang melakukan nya ??

TIDAK ADA DI ANTARA KALANGAN PELAKU-PELAKU ITU ADALAH ORANG-ORANG ISLAM !!

Sebelum itu, hendaklah anda ketahui maksud ''terrorisme'' dengan baik. Kalau non muslim lakukan apa-apa kesalahan seperti diatas mereka akan di sebut sebagai penjahat, tapi jika orang muslim yang kesalahan seumpama nya, di sifatkan sebagai pelaku terrorisme, pengganas, pemberontak !!
Oleh karena itu anda hendaklah membuat 2 kali pertimbangan, anda akan tahu dan mengerti siapakah yang sebenarnya PENGGANAS / TERRORIST !''

- Pierre Vogel-

SEDIKIT INFO MENGENAI PIERRE VOGEL.

Pierre Vogel di lahirkan pada 20 Julai 1978 di Frechen. Merupakan seorang ustadz, penceramah, pendakwah dan merupakan bekas petinju professional.

Pierre Vogel yang lantang bersuara ini memeluk Islam pada tahun 2001 dan mengganti namanya menjadi Abu Hamza dan setelah memeluk Islam, beliau mempelajari agama Islam, ilmu Al Quran dan kemahiran bertutur bahasa Arab di sebuah Intitusi Pengajian Islam Swasta terkemuka di Mekah yaitu di Om Al Quran.

Sekembali nya beliau ke Berlin, Jerman pada tahun 2006, beliau mengajar dan menjadi seorang guru agama di masjid Al-Nur-Moschee (mosque) Neukölln, di undang berceramah di kuliah-kuliah Universitas bahkan berdakwah kepada penganut agama lain juga.
Afr
Pierre Vogel menikah dengan seorang wanita dari Maghribi dan memiliki tiga orang cahaya mata. Sepanjang perjalanan beliau berdakwah, terlalu banyak kecaman, ancaman, fitnah, kritikan yang berlebihan, sabotase, dan berbagai hinaan di terima oleh beliau kerana kelantangan bersuara membela umat Islam dan Agama Islam dan juga kerana dakwah beliau, namun Pierre Vogel masih bergerak aktif berdakwah dan tidak pernah berputus asa.

Monday, January 14, 2013

Ridho Suami Berbuah Syurga untuk Istri

Ridho Suami Syurga Istri
Ada kutipan yang sering kita dengar yang berbunyi "Syurga di bawah telapak kaki ibu", tapi mungkin kita jarang mendengar kutipan sandingannya "Syurga istri pada ridho suaminya". Dibawah ini akan dikupas, mengapa ridho suami berbuah syurga untuk istri, Insya Allah Bermanfaat. Amin

Sang suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya sepanjang hidup. Tetapi ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya sepanjang hidupmu, bahkan sering kali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

Sang suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa. Tetapi sebelum dia sanggup membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, wanita asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

Sang suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, kamu lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Tetapi tidak pernah sekalipun dia merasa iri, dikarenakan dia mencintaimu dan berharap kamu memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

Sang suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Padahal kamu terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia sanggup memberi solusi. padahal bisa saja disaat kamu mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. tetapi tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

Sang suami berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu padahal kamu kadang hanya sanggup memahami suami secara lisan saja. Itupun jika dia telah mengulanginya berkali-kali.

Bila kamu melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Tetapi bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.


“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya.” (QS. An-Nisaa: 34)
"Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhai oleh suaminya, maka ia masuk surga." (HR. At-Tirmidzi)
“Jika seorang istri melakukan Shalat lima waktu, puasa di bulan ramadhan, memelihara kemaluannya dan menaati suaminya, niscaya dia akan memasuki surga Tuhannya” (HR. Ahmad)
“Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). 

Monday, December 17, 2012

Kisah Perjalanan Hidup Manusia Dalam Islam



Kisah Perjalanan Hidup Manusia Dalam Islam ini merupakan tanggapan dari istilah Reinkarnasi dalam Islam jika pengertian reinkarnasi seperti ini
Reinkarnasi (dari bahasa Latin untuk "lahir kembali" atau "kelahiran semula") atau t(um)itis, merujuk kepada kepercayaan bahwa seseorang itu akan mati dan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain. Yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini. Yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil pebuatannya terdahulu. (id.wikipedia.org/wiki/Reinkarnasi)

Umat Islam ada yang membagi perjalanan hidup atau alam kehidupan manusia menjadi 4, 5 dan 6 alam sesuai dengan pemikiran disandarkan pada dalil2 dari Al-Qur'an dan Hadits. dan yang membagi menjadi 4 dan 5 alam sudah tercakup pada yang membagi menjadi 6 alam.

1. Alam Ruuh

Persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172)"


2. Alam Rahim

Rihlah pertama yang akan dilalui manusia adalah kehidupan di alam rahim: 40 hari berupa nutfah, 40 hari berupa ‘alaqah (gumpalan darah), dan 40 hari berupa mudghah (gumpalan daging), kemudian ditiupkan ruh dan jadilah janin yang sempurna. Setelah kurang lebih sembilan bulan, maka lahirlah manusia ke dunia.

Allah swt. berfirman: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setitis mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Hajj: 5)

Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya seseorang dari kamu dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya 40 hari nutfah, kemudian ‘alaqoh selama hari yang sama, kemudian mudghoh selama hari yang sama. Kemudian diutus baginya malaikat untuk meniupkan ruh dan ditetapkan 4 kalimat; ketetapan rezeki, ajal, amal, dan sengsara atau bahagia.” (HR Bukhari dan Muslim)


3. Alam Dunia

Di dunia perjalanan manusia melalui proses panjang. Dari mulai bayi yang hanya minum susu ibu lalu tubuh menjadi kanak-kanak, remaja dan baligh. Selanjutnya menjadi dewasa, tua dan diakhiri dengan meninggal dunia. Proses ini tidak berjalan sama antara satu orang dengan yang lainnya. Kematian akan datang saat tiba-tiba saja untuk menjemput manusia dan tidak mengenal usia. Sebagian meninggal saat masih bayi, sebagian lagi saat masa kanak-kanak, sebahagian yang lain ketika sudah remaja dan dewasa, sebahagian lainnya ketika sudah tua.


4. Alam Barzakh / Alam Kubur

Alam berikutnya manusia akan memasuki alam kubur atau alam barzakh. Di sana mereka tinggal sendirian.

QS. Al Mukminun (23): 99 - 100
"Hingga apabila datang kematian kepada sesoorang di antara mereka, dia berkata : Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)"
"Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai mereka dibangkitkan."

Sedikit cerita tentang alam Barzah dari Hadits Nabi:

Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, mengtakan Telah menceritakan kepada kami Al-A'masy dari Minhal bin 'Umar dari Zadzan dari Al Barra' bin 'Azib mengatakan, Kami berangkat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengiringi seorang jenazah Anshar. Lantas kami sampai pekuburan. Ketika tanah digali, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam duduk dan kami duduk di sekitarnya, seolah-olah kepala kami ada burung-burung sedang tangan beliau membawa dahan yang beliau pukulkan ke tanah.

Beliau tengadahkan kepala beliau ke langit dan berujar "Mintalah kalian perlindungan kepada Allah dari siksa kubur (beliau mengucapkannya dua atau tiga kali). Kemudian beliau sabdakan "Seorang hamba mukmin jika berpisah dari dunia dan menghadapi akhirat, malaikat dari langit turun menemuinya dengan wajah putih seolah-olah wajah mereka matahari. Mereka membawa sebuah kafan dari kafan surga dan minyak wangi dari minyak wangi surga hingga duduk disisinya (yang besarnya malaikat tersebut) sejauh mata memandang.

Kemudian malaikat maut alaihissalam datang hingga duduk di sisi kepalanya dan berucap "Wahai jiwa yang tenang, sambutlah olehmu ampunan Allah dan keridhaan. Kata nabi, lantas jenazah tersebut mengalir sebagaimana tetesan air mengalir dari mulut kendi dan malaikat mencabutnya. Jika malaikat mencabutnya, ia tidak membiarkannya di tangannya sekejap mata pun hingga ia cabut rohnya dan ia masukkan dalam kafan dan minyak wangi tersebut. Maka si mayit meninggal dunia sebagaimana halnya aroma minyak wangi paling harum yang ada dimuka bumi. Kata Nabi, malaikat tersebut lantas membawa naik jenazah itu, hingga tidaklah mereka melewati sekawanan malaikat selain mereka bertanya-tanya: "Oh, oh, oh, roh siapa sewangi ini? Para malaikat menjawab "Amboi, ini roh si "A" anak si "B", dan mereka sebut dengan nama terbaiknya yang manusia pergunakan untuk menyebutnya ketika di dunia, begitulah terus hingga mereka sampai ke langit dunia dan mereka meminta dibukakan, lantas dibukakan. Para malaikat ahli taqarrub mengabarkan berita kematiannya kepada penghuni langit berikutnya hingga sampai ke langit ke tujuh, lantas Alllah 'azza wajalla bertitah "Tulislah catatan hamba-Ku di 'iliyyin dan kembalikanlah ia ke bumi, sebab daripadanyalah Aku emncipta mereka dan kedalamnya Aku mengembalikan, serta daripadanya Aku membangkitkan sekali lagi.

Kata Nabi, lantas rohnya di kembalikan ke jasadnya, kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukkannya dan bertanya 'Siapa Tuhanmu'. Ia menjawab 'tuhanku Allah'. Tanya keduanya "Apa agamamu?"agamu Islam." Jawabnya. Keduanya bertanya "Bagaimana komentarmu tentang laki-laki yang diutus kepada kamu ini? Si mayit menjawab "Oh, dia Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Keduanya bertanya "darimana kamu tahu? Ia menjawab "Aku membaca kitabullah sehingga aku mengimaninya dan membenarkannya. Lantas ada Penyeru di langit memanggil-manggil "HambaKu benar, hamparkanlah surga baginya dan berilah pakain surga, dan bukakanlah pintu baginya menuju surga, Kata Nabi, maka hamba itu memperoleh bau harum dan wangi surga dan kuburannya diperluas sejauh mata memandang. Lantas ia didatangi oleh laki-laki berwajah tampan, pakainnya indah, wanginya semerbak, dan malaikat itu berucap "Bergembiralah dengan kabar yang menggembirakanmu. Inilah hari yang dijanjikan unukmu. Si mayit bertanya 'Lho, siapa kamu ini sebenarnya, rupanya wajahmu adalah wajah yang emndatangkan kebaikan! si laki-laki tampan emnjawab ' Ow, aku adalah amalan salihmu. Lantas hamba tadi meminta " Ya rabbiku, tolong jadikan kiamat sekarang juga sehingga aku bisa kembali menemui keluargaku dan hartaku. Sebaliknya si hamba kafir jika berpisah dari dunia (meninggal) dan menjemput akherat, ia ditemui malaikat langit yang wajahnya kusam yang membawa kafan yang berwarna hitam legam terbuat dari rambut, mereka duduk di sisinya yang malaikat tersebut besarnya sejauh mata memandang. Lantas malaikat maut datang hingga duduk di kepalanya seraya membentak " Wahai roh yang busuk, jemputlah kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya. Kata Nabi, lantas jasadnya tercabik-cabik, dan malikat tersebut mencabut rohnya bagikan garu (atau gancu) bermata banyak yang mencabik-cabik kain basah lantas mencabutnya. Jika malaikat telah mencabutnya, ia tidak membiarkannya sekejap mata pun hingga ia bungkus dalam kain hitam kelam dari rambut dan roh tersebut pergi dengan bau busuk paling menyengat di muka bumi. Para malikat kemudian menaikkannya, dan tidaklah mereka membawanya ke sekwanan malaikat di langit selain malaikat langit berkomentar "Siapa roh busuk ini? Para malaikat yang membawanya memnjawab ' Ini adalah si "C" anak si "D', dan mereka sebut nama terbukunya yang sering manusia pergunakan untuk memanggil di dunia hingga mayit tersebut sampai ke langit dunia dan langit dunia diminta dibukakkan. Dan, langit dunia dibuka.

Kemudian Rasulullah Sallallahu'alaihiwasallam membaca ayat " Tidak dibuka bagi mereka pintu langit dan tak bakalan mereka masuk surga hingga unta masuk lubang jarum" (QS. Al-A'raf; 40 lantas Allah 'azza wajalla berfirman 'tolong catatlah catatannya dalam sijjin di bumi paling rendah. Kontan rohnya dibuang sejauh-jauhnya, kemudian beliau membaca ayat "Siapa yang menyekutukan Alalh, maka seolah-olah dia tersungkur dari langit lantas burung menyambarnya atau sebagaimana diterbangkan angin di tempat jauh(QS.Alhaj; 31). Maka rohnya dikembalikan dalam jasadnya. Kedua malaikat lantas mendatanginya dan mendudukkannya dan menginterogasi "Siapa tuhanmu? ia menajwab "Bbbp,, saya tidak tahu? Kedua malaikat itu bertanya lagi "Apa agamamu? Ia menjawab "Bbbppp,, saya tidak tahu?? kedua malaikat bertanya lagi "bagaimana tanggapanmu mengenai laki-laki ini yang diutus untuk kalian? Si mayit menjawab; ",, saya tidak tahu? Lantas ada Penyeru langit memanggil-manggil "ia betul-betul telah dusta! hamparkan baginya neraka! Maka malaikat membuka pintu neraka baginya dan ia mendatanginya dengan segala panasnya dan letupannya. Sedang kuburannya menjepitnya hingga tulang-tulangnya remuk. Kemudian ia didatangi oleh laki-laki yang wajahnya menyeramkan, pakainnya lusuh, baunya busuk dan berujar; "Bergembiralah engkau dengan segala hal yang menyusahkanmu. Inilah harimu yang dijanjikan bagimu. Lantas si malaikat bertanya " Siapa kamu dengan wajahmu yang sedemikian menyeramkan dan membawa keburukan ini? Lantyas si laki-laki menjawab '; "aku adalah amalan jahatmu, dan ia berdoa " ya rabb,. Jangan kiamat kau jadikan sekarang!.

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair Telah menceritakan kepada kami Al-A'masy Telah menceritakan kepada kami Al Minhal bin Amru dari Ibn Umar Zadzan mengatakan; saya mendengar Al Barra' bin 'Azib mengatakan, kami berangkat bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menghadiri seorang jenazah anshar, lantas kami sampai di kuburan. Ketika kuburan digali, kata Albarra', Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam lantas duduk dan kami duduk bersamanya, lantas ia ceritakan semisalnya. Dan beliau sabdakan, lantas malaikat mencabut rohnya sehingga otot-ototnya dan kelenjar-kelenjarnya putus. Sedang ayahku mengatakan, dan demikianlah Zaidah mengatakan. Telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah bin 'Amru dan Telah menceritakan kepada kami Za'idah telah menceritakan kepada kami Sulaiman Al-A'masy Telah menceritakan kepada kami Minhal bin Amru Telah menceritakan kepada kami Zadzan mengatakan, Al Barra' mengatakan, kami berangkat bersama Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengunjungi jenazah Anshar, lantas ia ceritakan maknanya, hanya ia dalam redaksinya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda ' seorang laki-laki yang pakaiannya indah, wajahnya tampan. Sedang beliau sabdakan tentang orang kafir, maka ada seorang laki-laki menjelma baginya dengan wajah menyeramkan dan bajunya lusuh.


5. Alam Ma'syar (Hari Kebangkitan dan Hisab)

Diawali dengan kehancuran alam semesta lalu diikuti dengan kebangkitan dari kubur dan pada hari itu akan dihitung amalan2 manusia ketika didunia (Yaumul Hisab).

Al-Zalzalah
1. apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3. dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",
4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
5. karena Sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
6. pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.
8. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.

Al-Qiyamah:1-5
1. aku bersumpah demi hari kiamat,
2. dan aku bersumpah dengan jiwa yang Amat menyesali (dirinya sendiri).
3. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
4. bukan demikian, sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.
5. bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.

An-Nazi’at: 10-14
10. (orang2 kafir) berkata: "Apakah Sesungguhnya Kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula?
11. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila Kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?"
12. mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan".
13. Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja,
14. Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.


6. Alam Syurga dan Neraka

Inilah kisah akhir perjalanan manusia yang menempati salah satu antara syurga dan neraka tergantung dari amal perbuatannya didunia.

dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah "salaam" [sejahtera dari segala bencana]. (Ibrahim:23)

dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, (Dikatakan kepada mereka): "Bukankah (azab) ini benar?" mereka menjawab: "Ya benar, demi Tuhan kami". Allah berfirman "Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar". (Al-Ahqaaf:34)


Jadi kesimpulan saya:
Reinkarnasi dalam Islam tidak ada, sementara Ruh dalam jasad atau tubuh yang ada dari alam rahim sampai alam syurga dan neraka adalah jasad yang sama.

Jika ada kesalahan tolong dikoreksi, jika ada kekurangan tolong ditambahkan. Kebenaran Hanya Milik Allah.

Sumber: Kisah Perjalanan Hidup Manusia Dalam Islam

Saturday, October 8, 2011

Pembagian Akhlak dalam Islam

Pembagian akhlak yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah menurut sudut pandang Islam, baik dari segi sifat maupun dari segi objeknya. Dari segi sifatnya, akhlak dikelompokkan menjadi dua, yaitu pertama, akhlak yang baik, atau disebut juga akhlak mahmudah (terpuji) atau akhlak al-karimah; dan kedua, akhlak yang buruk atau akhlak madzmumah.


Akhlak Mahmudah
Akhlak mahmudah adalah tingkah laku terpuji yang merupakan tanda keimanan seseorang. Akhlak mahmudah atau akhlak terpuji ini dilahirkan dari sifat-sifat yang terpuji pula”.

Sifat terpuji yang dimaksud adalah, antara lain: cinta kepada Allah, cinta kepda rasul, taat beribadah, senantiasa mengharap ridha Allah, tawadhu’, taat dan patuh kepada Rasulullah, bersyukur atas segala nikmat Allah, bersabar atas segala musibah dan cobaan, ikhlas karena Allah, jujur, menepati janji, qana’ah, khusyu dalam beribadah kepada Allah, mampu mengendalikan diri, silaturrahim, menghargai orang lain, menghormati orang lain, sopan santun, suka bermusyawarah, suka menolong kaum yang lemah, rajin belajar dan bekerja, hidup bersih, menyayangi inatang, dan menjaga kelestarian alam.

Akhlak Madzmumah
Akhlak madzmumah adalah tingkah laku yang tercela atau perbuatan jahat yang merusak iman seseorang dan menjatuhkan martabat manusia.

Sifat yang termasuk akhlak mazmumah adalah segala sifat yang bertentangan dengan akhlak mahmudah, antara lain: kufur, syirik, munafik, fasik, murtad, takabbur, riya, dengki, bohong, menghasut, kikil, bakhil, boros, dendam, khianat, tamak, fitnah, qati’urrahim, ujub, mengadu domba, sombong, putus asa, kotor, mencemari lingkungan, dan merusak alam.
Demikianlah antara lain macam-macam akhlak mahmudah dan madzmumah. Akhlak mahmudah memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain, sedangkan akhlak madzmumah merugikan diri sendiri dan orang lain. Allah berfirman dalam surat At-Tin ayat 4-6.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِى أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ - ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِيْنَ - إِلَّا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan mereka ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). Kecuali yang beriman dan beramal shalih, mereka mendapat pahala yang tidak ada putusnya.”

Dalam sebuah hadis Rasulullah saw. bersabda.

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَبْلُغَ بِحُسْنِ خُلُقِهِ عَظِيْمَ دَرَجَاتِ الْأَخِرَةِ وَأَشْرَفَ الْمَنَازِلِ وَإِنَّهُ لِضَعِيْفِ الْعِبَادَةِ لَيَبْلُغَ بْسُوْءِ خُلُقِهِ أَسْفَلَ دَرَجَةٍ فِى جَهَنَّمَ
Artinya:
“Sesungguhnya manusia yang berakhlak mulia dapat mencapai derajat yang tinggi dan kedudukan mulia di Akhirat. Sesungguhnya orang yang lemah ibadahnya akan menjadi buruk perangai dan akan mendapat derajat yang rendah di neraka Jahanam.” (HR. Thabrani)


Kemudian, dari segi objeknya, atau kepada siapa akhlak itu diwujudkan, dapat dilihat seperti berikut:

Akhlak kepada Allah, meliputi antara lain: ibadah kepada Allah, mencintai Allah, mencintai karena Allah, beramal karena allah, takut kepada Allah, tawadhu’, tawakkal kepada Allah, taubat, dan nadam.

Akhlak kepada Rasulullah saw., meliputi antara lain: taat dan cinta kepda Rasulullah saw.

Akhlak kepada keluarga, meliputi antara lain: akhlak kepada ayah, kepada ibu, kepada anak, kepada nenek, kepada kakek, kepada paman, kepada keponakan, dan seterusnya.

Akhlak kepada orang lain, meliputi antara lain: akhlak kepada tetangga, akhlak kepada sesama muslim, kepada kaum lemah, dan sebagainya.

Akhlak kepada lingkungan, meliputi antara lain: menyayangi binatang, merawat tumbuhan, dan lain-lain.

Tujuan Pendidikan Akhlak

Pendidikan akhlak merupakan upaya manusia mempertahankan hidupnya. Akhlaklah yang membedakan manusia dari binatang. Kemajuan ilmu pengetahuan tanpa diimbangi dengan akhlak tidak akan mampu mempertahankan manusia dari kepunahan. Semakin tinggi ilmu pengetahuan, semakin tinggi pula peralatan dan teknik membinasakan sesama manusia.

Dapat disaksikan dalam kehidupan sehari-hari bahwa para pelaku kriminalitas dan kejahatan ekonomi kelas kakap bukanlah orang-orang bodoh, melainkan orang-orang pintar dan berpangkat tinggi. Bahkan tidak sedikit orang kaya, terpelajar, dan berpangkat tidak mampu meringankan beban kesengsaaraan rakyat.

Padahal ilmu yang dipahaminya menganjurkannya untuk menolong rakyat dari kesengsaraan dan penderitaan. Sebaliknya, tidak sedikit orang yang tidak berilmu memiliki akhlak yang mulia. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya, mereka memberikan pertolongan kepada orang lain yang hidup dalam kemiskinan dan penderitaan.

Dari uraian ini, tampaknya dapat dipahami bahwa tujuan pendidikan akhlak dalam Islam adalah sebagai berikut:

Mendapatkan Ridha Allah
Jika sikap mengharapkan ridha kepada Allah sudah tertanam dalam diri seorang muslim dan sudah menjadi hiasan dalam kehidupannya, semua perbuatan baiknya akan dilakuakan dengan ikhlas. Seorang siswa akan menuntut ilmu bukan hanya karena berharap kepandaian. Seseorang akan berdagang tidak semata-mata mencari keuntungan. Petani tidak lagi bekerja di sawah hanya karena hasil panennya saja. Bahkan, orang menolong sesamanya juga bukan hanya karena mengetahui bahwa hidup ini haruis saling tolong-menolong. Semua itu akan dilakukan oleh setiap muslim juga dalam rangka ibadah kepada Allah untuk mencari ridha-Nya.

Terbentuknya pribadi muslim yang luhur dan mulia
Seorang muslim yang mulia senantiasa bertingkah laku dengan terpuji, baik ketika berhubungan dengan Allah, sesama manusia, maupun dengan alam sekitarnya.

Terwujudnya perbuatan yang terpuji dan mulia.
Seorang muslim yang berakhlak mulia akan berusaha agar seluruh tingkah lakunya tidak menyusahkan orang lain. Sebaliknya, ia akan berusaha agar tindakannya dapat menyenangkan orang lain dan mendatangkan manfaat bagi orang lain dan diri sendiri.

Terhindarnya perbuatan yang hina dan tercela.
Dengan berakhlak mulia, seseorang dapat menyelamatkan orang lain dari dirinya. Pengaruh ini selanjutnya akan menyebar dan menyelamatkan kehidupan manusia secara umum, baik di dunia maupun di akhirat. Ibnu Rusyd, sorang filosof muslim yang ternama, berkata dalam syairnya.
إِنَّمَا الْأُمَمُ الْأَخْلَاقُ مَا بَقِيَتْ ● فَإِنْ هُمُوْا ذَهَبَتْ أَخْلَاقُهُمْ ذَهَبُوْا
Artinya: “Setiap bangsa hanya akan tegak selama masih terdapat akhlak. Jika akhlak telah hilang, maka hancurlah bangsa itu.”

Bahkan, Allah juga mengutus Nabi Muhammad untuk menyempurnakan ajaran akhlak yang telah dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya dan menjaga kelangsungan manusia dari kepunahan yang diakibatkan oleh rusaknya pada zaman Jahiliyyah. Karena kerusakan akhlak yang melanda kaum jahiliyyah sebelum kedatangan Nabi saw telah melanda tidak saja rakyat jelata, melainkan juga kaum bangsawannya. Minuman keras, perjudian, pencurian, perampokan dengan kekerasan, dan pertumpahan darah telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari dari masyarakat jahiliyyah. Anehnya, peristiwa keburukan akhlak semacam itu tampak terulang lagi pada era globalisasi ini.

Dasar Pendidikan Akhlak

Masalah akhlak menjadi barometer tinggi rendahnya derajat seseorang. Sekalipun orang dapat pandai setinggi langit, tetapi jika suka melanggar norma agama atau melanggar peraturan pemerintah, maka ia tidak dapat dikatakan seorang yang mulia. Rasulullah bersabda dalam salah satu hadisnya.

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
Artinya:
“Orang yang paling beriman adalah yang terbaik budi pekertinya, dan sebaik-baiknya kalian adalah yang berperilaku paling baik terhadap istri.” (H. R. Tirmidzi)

Akhlak tidak hanya menentukan tinggi derajat seseorang, melainkan juga masyarakat. Masyarakat yang terhormat adalah masyarakat yang terdiri atas orang-orang yang berbudi pekerti baik. Sebaliknya, masyarakat yang beranggotakan orang yang suka melakukan perampokan, kejahatan, penodongan, dan berbagai macam kemaksiatan, tidak dapat dikatakan sebagai masyarakat yang baik. Bahkan masyarakat yang demikian dapat menghambat kemajuan pembangunan dan dapat menyusahkan pemerintah dan bangsa.

إِذَا ظَهَرَتْ الْفَاحِشَةُ كَانَتْ الرَّجْفَةُ
Artinya:
“Apabila kemaksiatan telah merajalela, maka timbullah kegoncangan.” (HR. Ad-Dailamy, dari Ibnu ‘Umar)

Pendidikan akhlak sangat diperlukan dan harus dilaksanakan sedini mungkin dengan berdasarkan atas ajaran Islam yang bersumber dari Al-uran dan sunnah Rasulullah. Di antara ayat Al-Quran yang dapat dijadikan dalil pendidikan akhlak adalah, antara lain firman Allah sural Al-Ahzab ayat ke-21.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُوْاللهَ وَالْيَوْمَ الْأَخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْراً
Artinya: “Sesungguhnya dalam diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi kalian, (yaitu) bagi oprang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan di Hari Akhirat, serta banyak mengingat Allah.” (S. Al-Ahzab: 21).

Allah bahkan pernah berfirman khusus untuk memuji akhlak Nabi Muhammad yang Mulia.

وَإْنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
Artinya:
“Sesungguhnya kamu benar-benar memiliki budi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 14)

Adapun dalil yang menjadi dasar pendidikan akhlak yang berasal dari sunnah Rasulullah, di antaranya, adalah sabda Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi.

اَلْخُلُقُ الْحَسَنُ يُذْهِبُ الْخَطَاياَ كَمَا يُذْهِبُ الْمَاءُ الْجَلِيْدَ وَالْخُلُقُ السُّوْءُ يُفْسِدُ الْعَمَلَ كَمَا يُفْسِدُ الْخَلُّ الْعَسَلَ
Artinya:
“Akhlak yang baik dapat menghapus kesalahan, seperti halnya air dapat menghancurkan tanah yang keras. Akhlak yang jahat merusak kebaikan seperti halnya cuka merusak madu.” (HR. Al-Bayhaqi)

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, Nabi Muhammad SAW bersada:

كَرَمُ الْمُؤْمِنِ دِيْنُهُ وَمُرُوْئَتُهُ عَقْلُهُ وُحَسْبُهُ خُلُقُهُ
Artinya:
“Kemuliaan seorang mukmin terletak pada agamanya, kepribadiannya terletak pada akalnya, dan kehormatannya terletak pada Akhlaknya.” (HR. Al-Hakim)

Pendidikan Akhlak

Sebelum membahas tentang pendidikan akhlak, terlebih dahulu akan penulis kemukakan pendapat beberapa ahli tentang pengertian dari pendidikan dan akhlak secara satu per satu.

Pengertian Pendidikan

Menurut Musthofa al-Ghulayaini, dalam kitab Idhatun Nasyi’in,

اَلتَّرْبِيَةُ هِيَ غَرْسُ الْاَخْلَاقِ الْفَضِيْلَةِ فِى نُفُوْسِ النَّاشِئِيْنَ وَسَقْيُهَا بِمَاءِ الْإِرْشَادِ وَالنَّصِيْحَةِ حَتىَّ تُصْبِحَ مَلَكَةً مِنْ مَلَكَاتِ النَّفْسِ ثُمَّ تَكُوْنُ ثَمَرَاتُهَا الْفَضِيْلَةَ وَالْخَيْرَ وَحُبَّ الْعِلْمِ لِنَفْعِ الْوَطَنِ
Artinya:
Pendidikan adalah menanamkan perilaku yang utama di dalam kepribadian anak didik dan menyiraminya dengan butir-butir petunjuk dan bimbingan, sehingga melekat menjadi suatu kepribadian yang kemudian mampu membuahkan keutamaan dan kebaikan serta senang berbuat yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Sir Godfrey Thomson, dalam “A Modern Philosophy of Education
“By education I mean the influence of the environment upon the individual to produce a permanent change in his habits of behavior of thought, of attitude”
Artinya:
Pendidikan saya definisikan sebagai pengaruh lingkungan dalam individu untuk menciptakan perubahan dalam kebiasaan, perilaku, pikiran dan sikap.

Drs. Ahmad D Marimba, dalam buku pengantar filsafat pendidikan Islam, “Pendidikan adalah bimbingan atau pemimpin secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama”

Berdasarkan tiga definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah kegiatan orang dewasa untuk memberikan bimbingan kepada anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama, atau, dalam istilah agama Islam, terbentuknya anak yang shalih atau shalihah.


Pengertian Akhlak
Kata “akhlak” berasal dari bahasa Arab, yaitu bentuk jama’ dari kata “khuluk” yang artinya “tingkah laku, perangai, tabi’at, moral”. Adapun pengertian akhlak menurut istilah, dapat menulis kutipan dari pendapat beberapa ahli diantaranya:

Drs. HM. Rifa’i, dengan mengutip pendapat Imam Ghazali dalam kitab Ihya ’Ulumiddin, mengemukakan bahwa “akhlak adalah suatu bentuk (naluri asli) dalam jiwa seseorang manusia yang dapat melahirkan sesuatu tindakan dan kelakuan dengan mudah, spontan, dan tanpa reka pikiran”.

Drs. Zahruddin AR, dkk, dengan mengutip pendapat Dr. M. Abdulah Diraz dalam kitab Kalimatun fi Mabadi’il Akhlak, mengemukakan bahwa “akhlak adalah suatu kekuatan dalam kehendak yang mantap, kekuatan dan kehendak yang dapat berkombinasi membawa kecenderungan memilih pihak yang benar (akhlak yang baik) atau pihak yang jahat (akhlak yang buruk).”

Prof. Dr. Ahmad Amin, dalam bukunya “Etika”, menjelaskan bahwa “akhlak adalah kehendak yang dibiasakan, yaitu bahwa kehendak itu bila dibiasakan, kebiasaan itu dinamakan akhlak”.
Berdasarkan tiga definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan yang mudah karena tanpa memerlukan pertimbangan terlebih dahulu (respon spontan).

Pengertian Pendidikan Akhlak
Berdasarkan atas pendapat yang masing-masing telah disimpulkan, pengertian pendidikan dan pengertian akhlak, dapat diambil suatu pengertian tentang pendidikan akhlak, yaitu “usaha bimbingan yang dilakukan orang dewasa terhadap perilaku dan tindakan anak didik agar cenderung dan terbiasa melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan memiliki kepribadian yang utama yang dalam istilah agama Islam disebut akhlakul karimah. Hal ini sebagaimana misi yang di emban oleh nabi Muhammad saw. yang tercermin dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah r.a dan diriwayatkan oleh al-Hakim ini.
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْاَخْلَاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”. (H.R. al-Hakim, dari Abu Hurairah).